Sasar Keberlanjutan Seni Pertunjukan, Yayasan Svara Bumei Betuah Bedah "Ekosistem Teater Bengkulu"

BERITA

Admin

1/26/20261 min read

BENGKULU – Seni pertunjukan teater di Bengkulu memiliki rekam jejak kreativitas yang kaya, namun tantangan dalam membangun ekosistem yang sehat dan berkelanjutan masih menjadi PR bersama. Guna memetakan tantangan sekaligus peluang tersebut, Yayasan Svara Bumei Betuah kembali menghadirkan ruang diskusi strategis melalui Gelar Wicara Episode #4: Ruang Svara yang sukses dilaksanakan pada Senin malam, 26 Januari 2026.

Diskusi publik yang digelar secara gratis ini mengangkat tema yang sangat kontekstual, yaitu "Ekosistem Teater Bengkulu". Acara disiarkan secara langsung mulai pukul 19:30 WIB melalui platform Zoom Meeting serta kanal YouTube resmi @SVARABUMEIBETUAH.

Kolaborasi Tokoh Teater Lintas Daerah

Untuk mengupas dinamika panggung peran di Bumi Rafflesia, Ruang Svara menghadirkan dua tokoh sutradara dan praktisi teater lokal yang aktif bergerak di komunitasnya masing-masing sebagai narasumber:

  • Denis Kurniawan (Perwakilan dari Teater Petak Rumbia Bengkulu)

  • Adhyra Irianto (Perwakilan dari Teater Senyawa Curup)

Jalannya komunikasi dan diskusi interaktif ini dipandu oleh Rizky Kucis bertindak sebagai pemantik diskusi.

Menakar Tantangan Keberlanjutan Teater

Dalam sesi pemaparan materi, kedua narasumber membagikan refleksi serta pengalaman empiris mereka dalam mengelola komunitas teater di daerah. Diskusi berfokus pada pentingnya membangun regenerasi aktor, konsistensi produksi karya, hingga strategi menjaring penonton di era digital.

Adhyra Irianto dari Teater Senyawa Curup membagikan perspektifnya mengenai dinamika teater di luar pusat kota provinsi, sementara Denis Kurniawan melengkapinya dengan peta pergerakan komunitas di kota Bengkulu. Keduanya sepakat bahwa sinergi antar-komunitas teater sangat diperlukan agar seni pertunjukan ini tidak sekadar hidup dari festival ke festival, melainkan mampu membentuk iklim industri kreatif yang mandiri.

"Ruang Svara Episode #4 ini kami dedikasikan untuk membuka ruang dialog yang jujur mengenai kondisi teater kita hari ini. Harapannya, dari diskusi ini lahir pemikiran-pemikiran segar dan kolaborasi nyata antar-komunitas demi memperkuat fondasi ekosistem teater di Bengkulu," ungkap pihak penyelenggara.

Agenda berkala yang digagas oleh Yayasan Svara Bumei Betuah ini mendapat sambutan hangat, terlihat dari keaktifan para pegiat seni, mahasiswa, dan penonton umum yang saling bertukar pandangan di kolom komentar hingga akhir acara.