Sasar Identitas Nasional, Yayasan Svara Bumei Betuah Bedah Jejak Bahasa dalam Sinema Kebudayaan

BERITA

Admin

10/24/20251 min read

BENGKULU – Film bukan sekadar media hiburan visual, melainkan refleksi mendalam dari bahasa, identitas, dan akar kebudayaan sebuah bangsa. Menyadari pentingnya menjaga dan membaca ulang identitas tersebut, Yayasan Svara Bumei Betuah sukses mengawali seri diskusi publiknya lewat Gelar Wicara Episode #1: Ruang Svara yang digelar pada Jumat malam, 24 Oktober 2025.

Diskusi perdana yang dilaksanakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting ini mengangkat tema besar yang memikat perhatian para pemerhati seni dan akademisi: "Layar Bicara: Jejak Bahasa dan Identitas dalam Sinema Kebudayaan Indonesia". Agenda ini berlangsung interaktif mulai pukul 19.20 hingga 21.00 WIB.

Soroti Relasi Sinema dan Bahasa Kebudayaan

Guna mengupas tuntas keterkaitan antara seni peran, bahasa daerah, dan pembentukan identitas di layar perak, Ruang Svara menghadirkan praktisi perfilman yang kompeten sebagai narasumber utama, yaitu Yudi Yuli Krisna, S.Fil.I., S.Kom., Gr.. Sosok yang dikenal aktif sebagai aktor dan sutradara film ini membagikan sudut pandang empirisnya mengenai tantangan sineas lokal dalam menyisipkan dialek dan narasi kultural ke dalam sinema modern.

Sementara itu, jalannya diskusi dipandu dan diulas secara teoretis oleh Meldhan Ade Putra, M.PD. dari Divisi Riset Yayasan Svara Bumei Betuah (YSBB) selaku host sekaligus moderator acara.

Menemukan Kembali Identitas Indonesia di Layar Lebar

Dalam sesi pemaparannya, Yudi Yuli Krisna menekankan bahwa sinema kebudayaan memiliki tanggung jawab moral untuk merekam realitas sosiologis masyarakat. Pilihan bahasa atau dialek yang digunakan oleh karakter dalam sebuah film tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, melainkan penanda identitas psikologis dan kultural yang kuat.

Melalui diskusi ini, peserta diajak untuk melihat kembali bagaimana film-film Indonesia dari berbagai era memanfaatkan bahasa lokal sebagai instrumen untuk memperkuat karakterisasi sekaligus memperkenalkan kekayaan bahasa Nusantara ke panggung nasional maupun global.

"Gelar Wicara Episode #1 ini merupakan langkah awal dari Ruang Svara untuk terus memantik diskusi-diskusi kritis di tengah masyarakat. Melalui sinema, kita bisa belajar banyak tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan bagaimana identitas budaya kita bertransformasi di era modern," ungkap pihak penyelenggara dari Divisi Riset YSBB.

Sebagai episode pembuka, kegiatan ini memanen antusiasme yang tinggi dari berbagai kalangan, termasuk para mahasiswa, guru, penggiat teater, serta komunitas film lokal yang terlibat aktif dalam sesi tanya jawab interaktif hingga akhir acara.