Kupas Tuntas Proses Kreatif Seni, Yayasan Svara Bumei Betuah Gelar Wicara "Simfoni Tiga Babak: Cipta, Pentas, Kelola"
BERITA


BENGKULU – Sebuah karya seni yang hebat tidak lahir begitu saja; ia melewati proses panjang mulai dari penggalian ide, penyajian di atas panggung, hingga tata kelola manajemen yang matang. Menjawab rasa penasaran publik terhadap dapur produksi seni tersebut, Yayasan Svara Bumei Betuah sukses menyelenggarakan diskusi daring bertajuk Gelar Wicara Episode #2: Ruang Svara pada Selasa malam, 11 November 2025.
Dengan mengangkat tema utama "Simfoni Tiga Babak: Cipta, Pentas, Kelola", webinar yang berlangsung melalui platform Zoom ini mengupas tuntas rantai ekosistem seni pertunjukan, khususnya seni musik berbasis etnik dan modern.
Kolaborasi Lintas Narasumber Komunitas
Acara yang berlangsung dari pukul 19:20 hingga 21:00 WIB ini menghadirkan tiga narasumber kompeten yang mewakili elemen penting dalam dunia seni musik:
Riyan Israq HS (Yayasan Svara Bumei Betuah | Ka Ga Nga Etnic Musik Bengkulu)
Pangeran Arsola (Yayasan Svara Bumei Betuah | Sebumi Etnic Musik Bengkulu)
Rino Dezapaty (Founder dan Direktur Riau Rhythm)
Diskusi dipandu dan dipantik secara interaktif oleh Ghaimbibie, S.Sn., perwakilan dari Divisi Kebudayaan Yayasan Svara Bumei Betuah.
Membedah Tiga Tahapan Utama Seni
Dalam sesi pemaparan, ketiga narasumber membagikan perspektif dan pengalaman empiris mereka mengenai tiga babak krusial dalam bermusik. Babak "Cipta" membahas tentang bagaimana menggali akar budaya lokal menjadi sebuah komposisi baru. Babak "Pentas" menyoroti teknis serta mentalitas dalam menyajikan karya di atas panggung agar mampu menyampaikan pesan kepada penonton. Sementara babak "Kelola" menekankan pentingnya manajemen grup musik agar tetap berkelanjutan dan profesional.
Kehadiran Rino Dezapaty dari Riau Rhythm juga memberikan warna tersendiri, di mana ia membagikan rekam jejak komunitasnya dalam membawa musik etnik Sumatra menembus panggung Internasional melalui tata kelola manajemen yang rapi.
"Melalui Ruang Svara Episode #2 ini, kami ingin memberikan edukasi bahwa pemusik tidak boleh hanya fokus pada membuat karya saja. Pemahaman tentang bagaimana mementaskan dan mengelolanya secara profesional adalah kunci agar ekosistem musik daerah bisa terus hidup dan bersaing," ujar pihak penyelenggara.
Diskusi interaktif ini berjalan sukses dan dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari seniman muda, mahasiswa, serta pegiat komunitas budaya yang antusias melakukan tanya jawab hingga akhir acara.
