Yayasan Svara Bumei Betuah dan Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup Resmikan Kerjasama Strategis Dorong Inovasi Pendidikan dan Kebudayaan
BERITA


CURUP, IAIN CURUP — Dalam upaya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta merespons tantangan digitalisasi di dunia pendidikan, Yayasan Svara Bumei Betuah dan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Acara penandatanganan tersebut berlangsung di Kampus IAIN Curup, Kabupaten Rejang Lebong, pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Penandatanganan dokumen kerja sama ini dilakukan langsung oleh Founder Yayasan Svara Bumei Betuah, Andika Eri Putra, S.Pd., bersama Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup, Dr. Agita Misriani, M.Pd.
Momentum berharga ini turut disaksikan secara langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., serta Koordinator Divisi Program Yayasan Svara Bumei Betuah, Dr. Rudi Nofindra, M.T.Pd..
Kerja sama yang direncanakan berlangsung selama lima tahun (periode 2026–2030) ini mencakup lima pilar utama, yaitu pendidikan, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi digital.
Beberapa program prioritas utama yang disepakati meliputi:
Penguatan pembelajaran berbasis praktik dan sertifikasi kompetensi Nasional dan Internasional untuk mahasiswa
Pengembangan pembelajaran digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) dalam pembelajaran.
Pelatihan intensif untuk dosen, mahasiswa, dan guru, mencakup pemanfaatan AI untuk pendidikan, digital storytelling, canva education, multimedia, hingga public speaking.
Kolaborasi riset, penyusunan buku/modul, pendampingan sekolah dan madrasah, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta publikasi pada jurnal ilmiah nasional dan internasional.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi TBIN IAIN Curup, Dr. Agita Misriani, M.Pd., menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkrit untuk membekali mahasiswa dan civitas akademika dengan keterampilan abad ke-21.
"Kolaborasi ini menjadi jembatan antara akademisi dan praktisi lapangan. Melalui program pelatihan media digital, AI, dan produksi konten edukatif, kami berharap mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia tidak hanya menguasai keilmuan kebahasaan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi pembelajaran," ujar Dr. Agita.
Senada dengan hal tersebut, Founder Yayasan Svara Bumei Betuah, Andika Eri Putra, S.Pd., menegaskan komitmen yayasan untuk terus bersinergi dengan lembaga pendidikan tinggi.
"Yayasan Svara Bumei Betuah siap mendukung penyiapan sumber daya, trainer, serta tim kreatif untuk mendampingi program-program kolaboratif ini. Kami percaya bahwa penggabungan antara kearifan lokal dan teknologi digital akan melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak luas bagi masyarakat," ungkap Andika.
Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Curup, Dr. Bakti Komalasari, S.Ag., M.Pd., mengapresiasi tinggi inisiatif strategis ini. Beliau berharap implementasi kerjasama ini dapat langsung dieksekusi melalui rencana aksi tahunan sehingga target-target kinerja seperti pelatihan, produksi media digital, dan penerbitan HKI dapat tercapai dengan optimal.
Sementara itu, Koordinator Divisi Program Yayasan Svara Bumei Betuah, Dr. Rudi Nofindra, M.T.Pd., menambahkan bahwa struktur organisasi pelaksana telah disiapkan agar seluruh kegiatan berjalan secara terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.
Acara penandatanganan diakhiri dengan penyerahan dokumen kerja sama serta foto bersama di ruang Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah IAIN Curup.
