Yayasan Svara Bumei Betua Dorong Mahasiswa TBIN Jaga Bahasa dan Budaya melalui TERAB
BERITA


Curup, Yayasan Svara Bumei Betua melalui Bidang Riset dan Pengembangan turut mengambil bagian dalam kegiatan TERAB (Temu Akrab) Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) yang diselenggarakan di Pesona 88, Curup, Sabtu, 19 September 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Menyulam Kata, Merajut Asa, Menegokohkan Silaturahmi dalam Bahasa” tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus memperkuat kesadaran terhadap peran mahasiswa dalam menjaga bahasa dan budaya Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Kabid Riset dan Pengembangan Yayasan Svara Bumei Betua, Meldhan Ade Putra, M.Pd., hadir sebagai narasumber dan memberikan materi kepada mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Meldhan Ade Putra menekankan bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya di tengah dinamika perkembangan zaman.
Menurutnya, bahasa tidak dapat dipisahkan dari identitas dan kebudayaan suatu masyarakat. Karena itu, mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia tidak cukup hanya memiliki kemampuan dalam aspek kebahasaan, tetapi juga perlu memiliki kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab untuk merawat bahasa serta kebudayaan.
“Anak-anak Pendidikan Bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga bahasa dan budaya. Bahasa bukan hanya tentang kata dan kalimat, tetapi juga tentang identitas, nilai, dan warisan budaya yang harus kita rawat bersama,” ujar Meldhan dalam penyampaian materinya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam menjaga bahasa melalui pendidikan, literasi, penelitian, penulisan, karya sastra, maupun berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.
Lebih lanjut, Meldhan mendorong mahasiswa agar tidak memandang bahasa hanya sebagai materi akademik yang dipelajari di ruang kelas.
Menurutnya, ilmu bahasa dapat menjadi instrumen untuk membangun budaya literasi, mengembangkan pengetahuan, mendokumentasikan kebudayaan, serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia juga diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sebagai ruang untuk memperkenalkan bahasa Indonesia, karya sastra, serta kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Mahasiswa bukan hanya sebagai pengguna bahasa, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi penggerak dalam menjaga dan mengembangkan bahasa serta budaya,” lanjut Meldhan.
Selain menghadirkan materi penguatan, kegiatan TERAB juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmahasiswa Tadris Bahasa Indonesia.
Tema “Menyulam Kata, Merajut Asa, Menegokohkan Silaturahmi dalam Bahasa” merepresentasikan semangat kebersamaan yang dibangun melalui bahasa. Kata-kata menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan, sementara komunikasi dan silaturahmi menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan akademik yang harmonis.
Kegiatan temu akrab tersebut diharapkan mampu membangun rasa kekeluargaan di antara mahasiswa sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, dan harapan untuk perkembangan mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia ke depan.
Keterlibatan Yayasan Svara Bumei Betua dalam kegiatan TERAB menjadi bagian dari komitmen yayasan untuk mendukung pengembangan pendidikan, riset, bahasa, budaya, serta kapasitas generasi muda.
Melalui Bidang Riset dan Pengembangan, Yayasan Svara Bumei Betua terus mendorong terciptanya ruang dialog dan kolaborasi dengan kalangan akademisi dan mahasiswa.
Kegiatan seperti TERAB dinilai penting karena mempertemukan aspek akademik dengan penguatan karakter, kebersamaan, dan kepedulian terhadap persoalan bahasa serta kebudayaan.
Kehadiran Meldhan Ade Putra, M.Pd. sebagai narasumber sekaligus Kabid Riset dan Pengembangan Yayasan Svara Bumei Betua diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan bagi mahasiswa untuk melihat bahasa bukan hanya sebagai bidang keilmuan, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kebudayaan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin terdorong untuk belajar, berkarya, melakukan penelitian, mengembangkan literasi, serta mengambil bagian dalam menjaga bahasa dan budaya Indonesia.
Bagi Yayasan Svara Bumei Betua, keterlibatan dalam kegiatan mahasiswa merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi yang mempertemukan pendidikan, riset, bahasa, budaya, dan generasi muda.
Semangat “Menyulam Kata, Merajut Asa, Menegokohkan Silaturahmi dalam Bahasa” pun diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi dapat menjadi semangat bersama untuk terus merawat bahasa, memperkuat silaturahmi, dan membangun masa depan pendidikan serta kebudayaan yang lebih baik.
