Menggema dari Pesisir Bengkulu: Pertunjukan Musik SEBUMI Siap Entakkan Gedung Teater Tertutup Taman Budaya
EVENT


BENGKULU – Panggung seni musik tradisi kontemporer di Provinsi Bengkulu bakal kembali bergeliat. Kelompok musik SEBUMI dijadwalkan menggelar pertunjukan musik bertajuk "Melantika Pesisir: Secupak Bunyi, Selaut Raso" pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Gedung Teater Tertutup (GTT) Taman Budaya Provinsi Bengkulu.
Acara yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Tahun 2026 ini dirancang sebagai helatan besar pelestarian sekaligus inovasi seni tutur dan musik daerah. Pertunjukan musik ini bersifat Terbuka untuk Umum tanpa dipungut biaya, dan akan dimulai tepat pada pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Mengangkat Kekayaan Budaya Pesisir Melalui Musik
Mengusung tema "Secupak Bunyi, Selaut Raso", SEBUMI berupaya menghadirkan eksplorasi bunyi lokal pesisir yang dipadukan dengan dinamika harmoni modern. Pertunjukan ini bukan sekadar panggung hiburan biasa, melainkan sebuah pertunjukan dramaturgi musik yang menggambarkan perjalanan sejarah, identitas, perjuangan, serta spiritualitas masyarakat pesisir Bengkulu.
Eksplorasi ini terbagi dalam beberapa babak pertunjukan yang menampilkan karya-karya orisinal SEBUMI:
Babak I — Akar: Dibuka dengan karya bertajuk PECINAN TUO, menggambarkan jejak sejarah dan keberagaman akulturasi awal di pesisir.
Babak II — Identitas: Disambung dengan karya SIRIH BANGKAHULU, menyimbolkan penghormatan, keramahan, dan pilar kebudayaan lokal.
Babak III — Melayu: Menghadirkan NEO ZAPIN MADAR, sebuah interpretasi segar atas irama zapin Melayu khas Bengkulu.
Babak IV — Pesisir: Mempersembahkan karya utama bertajuk MELANTIKA PESISIR, sebuah eksplorasi bunyi bahari yang megah.
Babak V — Perjuangan: Lewat karya TARIK PUKÊK, penonton diajak merasakan ritme kebersamaan dan kerja keras masyarakat nelayan.
Babak VI — Doa: Diiringi transisi suasana hening, karya DOA LAUT membawakan dimensi kontemplasi dan rasa syukur.
Babak VII — Kenangan: Karya SENYUM DI UJUNG BIOLA menghadirkan nada-nada nostalgia yang sentimental.
Babak VIII — Perjalanan: Karya JOURNEY TO KARBALA mempertegas jalinan sejarah serta tradisi lokal yang bernapas spiritual.
Pertunjukan akan mencapai puncaknya pada karya ke-9, RENTAK PESISIR, yang membawa kegembiraan kolektif bagi seluruh penonton.
Pertunjukan ini terselenggara berkat kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, antara alain Mode By Cheka, Swarna Karya, Svara Bumei Betuah, RGS Bengkulu, Kasiko Advertising & Digital Printing, serta mitra pendukung lainnya.
Masyarakat Bengkulu, pecinta musik, dan penikmat seni budaya diimbau untuk datang lebih awal guna mengamankan tempat duduk mengingat teater tertutup memiliki kapasitas terbatas. Jangan lewatkan momen kebudayaan ini untuk menyaksikan bagaimana dentang musik pesisir dikemas secara anggun, energik, dan penuh makna.
